Skip to main content

Introduction and Welcome

Yeeey.. Salam Traveling semuanya
Di post pertama ini saya sebagai admin sekligus penulis tunggal akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, layaknya kalau mau menuju ke sebuah pulau kita harus mengenali lautannya terlebih dahulu sebelum sampai di pulau tersebut, nah ayo kenali dulu lautan yang satu ini haha..
Nama lengkap, Zaqy duoanda azri, bukan kembar tapi anak kedua dari empat bersaudara, dibesarkan di daerah yang luar biasa indah, kampung halaman yang berlokasi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Pada 2014 lalu berhasil meluluskan diri di salah satu Universitas Negri ternama di kota Bandung, jurusan Pariwisata, Program studi Manajemen Pemasaran Pariwisata. Berbicara tentang ke-pariwisataan, sebenarnya minat saya terhadap “industri” yang satu ini baru timbul pada beberapa tahun lalu, ketika orang tua saya menanyakan tentang minat saya terhadap dunia keparisataan, saat diberikan pertanyaan tersebut, dalam lubuk hati saya yang paling dalam terasa getaran, yang seolah berkata “Wahai anak muda, ini lah minat terbesar anda yang sebenarnya..”, setelah merenungkan hal itu selama beberapa hari, saya pun memutuskan untuk memasukan bidang studi ini ke salah satu dari tiga pilihan saya di daftar tujuan masuk universitas.
Setelah hasil ujian keluar, prank..perasaan bercampur aduk, dua pilihan utama saya, administrasi Negara, Gagal!! Sedangkan bidang yang hanya baru beberapa bulan saya kenal, lulus, maka mau tidak mau, mungkin Tuhan memiliki rencana atas kejadian ini.
Pendek cerita, akhirnya saya melanjutkan studi ke jenjang S1 di bidang ke-pariwisataan, dan sekarang sudah menginjak semester ke-empat. Selama berdomisili di Bandung alhamdulillah saya sudah mala melintang kemana- mana, tidak hanya ke tempat- tempat wisata yang mungkin para Travelia sudah ketahui, namun saya lebih cendrung memilih tempat- tempat yang belum terjamahi. Selain membuat program perjalanan sendiri, saya juga mendapatkan jatah melakukan perjalanan studi wisata dari kampus, ke beberapa tempat- tempat wisata yang boleh sudah ternama di tanah air, terakhir pada oktober lalu saya malakukan kunjungan ke tempat- tempat wisata di Jawa Timur, termasuk ke Taman Nasional Baluran.
Nah, melalui tulisan- tulisan di blog ini, saya akan berbagi kepada Travelia semua tentang pengalaman, pengajaran, serta informasi seputar perjalanan dan tempat- tempat seru diluar sana yang “Wajib” kalian datangi.. jadi ikuti terus ya..

Sampai ketamu di post berikutnya..

Comments

Popular posts from this blog

"2.622 MDPL PAPANDAYAN PASCA RENOVASI"

PEMBUKA. Sebagai pembuka postingan kali ini saya ingin memanjatkan puji syukur yang sebesar- besarnya kepada Allah S.W.T,yang mana berkat ijin-Nya lah saya dapat menulis kembali di blog "kesayangan" segala kalangan ini. Selanjutnya rasa terimakasih saya sampaikan kepada pembaca sekalian yang taidak henti-hentinya terus menggali informasi melalui tulisan yang seada-adanya ini. MULAI. Sabtu tiga Maret menjadi tanggal keberangkatan saya bersama seorang teman menuju ke hangatnya pelukan kabut Papandayan. Kenapa memilih papandayan? Hmm.. Alasannya

"PUTIH- HITAMNYA TALAGA BODAS"

Jika anda berpikir kalau Garut itu hanya Cipanas, Papandayan, atau Cikuray saja, pengetahuan wisata anda masih rendah, karena masih banyak pesona keindahan Garut yang belum terjamah atau belum eksis di mata para traveler. Ini merupakan salah satu pengalaman yang berkesan dalam perjalanan traveling saya karena perjalanan ini low budget high impact , saya hanya mengeluarkan biaya tidak lebih dari 50 ribu rupiah, dan dengan kepuasan ber-traveling yang luar biasa, ini sangat rekomended.   Berangkat pada pagi hari saat dinginnya embun pagi sedang bersaing dengan

BANDUNG RASA BELITUNG; KEDAI KOPI KONG DJIE BANDUNG

PEMBUKA Sewaktu saya berkesampatan main ke Belitung akhir 2016 lalu, ada dua hal menarik yang saya perhatikan   sepanjang perjalanan menuju satu destinasi ke destinasi lain, yaitu lengangnya jalanan dan ramainya kedai kopi. Hampir setiap bangunan umum disini (khususnya di daerah kota) pasti didiami juga oleh satu kedai kopi. Kedai kopi disini bukan seperti kedai- kedai kopi yang lebih seperti warung kopi pada umumnya, yang varian kopinya hanya mengikuti varian yang dikeluarkan oleh merek- merek kopi “sobek”. Tapi kedai- kedai kopi disini menghidangkan kopi- kopi yang diracik langsung oleh pembuatnya di kedai kopi tersebut. Usut- punya usut (hmm kata- kata yang familiar), masyarakat Belitung dan kopi ternyata sudah memiliki hubungan yang erat dari dulu, ada istilah yang yang mengatakan “tiada hari tanpa ngopi di Belitung” (lambung orang- orang Belitung kuat- kuat semua ya). Namun saya tidak akan berceriat lebih dalam tentang masyarakat Belitung dan Kopi, karena teman- te...