Skip to main content

SATU TAHUN JEJAKAPUCIN, "JELAJAH YOGYAKARTA"



Happy Anniversary.. Tepat pada tanggal 14 juni ini Jejakapucin yang dulu masih menggunakan ejaan “Jejak Kapucin” sudah berumur 1 tahun, mudah- mudahan dalam memasuki tahun yang kedua ini Jejakapucin bisa memberikan banyak inovasi dan bisa terus berbagi informasi kepada pembaca sekalian, dan semoga pada tahun yang kedua ini pembaca setia Jejakapucin bisa bertambah dan meluas ke setiap lapisan masyarakat yang butuh jalan- jalan. 
Khusus untuk edisi 1 tahun jejakapucin ini, saya akan menampilkan kembali gambar- gamber perjalanan wisata saya bersama beberapa orang teman ke Yogyakarta yang mana dari perjalanan inilah terlahir nama Jejakapucin. 




- Day 1


Baru beberapa langkah saja dari setasiun, kami langsung disambut oleh ibuk- ibuk Gudeg, Gudegnya nak.. gudegnya nak..dengan mata yang masih berat akibat kurang tidur di kereta Nasi Gudeg asli Yogya pun terasa lebih nikmat.. tapi agak kurang cocok dengan lidah Padang saya yang notabene lebih suka pedas hehe.




Objek wisata pertama yang akan kami datangi adalah Tugu Yogya, dari setasiun Lempuyangan waktu tempuhnya kurang lebih 2 jaman jika di tempuh dengan berjalan kaki. Perjalanan mencari Tugu Yogya terasa sedikit jauh, keliling kesana kemari menyusuri kota Yogya. Ditambah nyasar ke perumahan warga yang masih asri walaupun di tengah kota besar, masyarakatnya pun sangat akrab ketika kami menanyakan lokasi.


 Tugu Yogya sudah mulai terlihat dari sini.. selfie dulu..

Dan ini lah TUGU YOGYA.. fenomenal sekali, terasa beda jika dilihat secar langsung.


 Setelah puas dengan pesona tugu Yoga, kami mengarahkan layar ke Maliobor.. Foto- foto dulu..

 Mampir dulu untuk menimba Ilmu di Museum Vredeburg.. biar perjalanan wisata kami penuh pengetahuan hehe


Menutup perjalanan dengan ikut serta dalam arak- arakan pawai pemuda- pemudi Yogya..

- Day 2
Borobudur.. Destinasi utami di hari kedua







Awalnya setelah dari Borobudur kami akan lanjut ke Prambanan tapi, waktu yang tidak memungkinkan membuat kami tidak sempat masuk, jadi kami hanya menikmati Prambanan dari dalam mobil. 

- Day 3
 Ngelambor Kita Datang..

 Sempat terjadi kecelakaan yang melibatkan rekan perjalanan kami, namun tidak menghambat niat kami untuk sampai ke Ngelambor.



Perjalanan kami tiga hari ini ditutup dengan sunset pantai Ngelambor.


Sekian dulu untuk edisi khusus satu tahun ini. semoga di tahun yang kedua ini saya sebagai penulis bisa berbagi lbih banyak lagi untuk pembaca sekalian.









Comments

Popular posts from this blog

"2.622 MDPL PAPANDAYAN PASCA RENOVASI"

PEMBUKA. Sebagai pembuka postingan kali ini saya ingin memanjatkan puji syukur yang sebesar- besarnya kepada Allah S.W.T,yang mana berkat ijin-Nya lah saya dapat menulis kembali di blog "kesayangan" segala kalangan ini. Selanjutnya rasa terimakasih saya sampaikan kepada pembaca sekalian yang taidak henti-hentinya terus menggali informasi melalui tulisan yang seada-adanya ini. MULAI. Sabtu tiga Maret menjadi tanggal keberangkatan saya bersama seorang teman menuju ke hangatnya pelukan kabut Papandayan. Kenapa memilih papandayan? Hmm.. Alasannya

"PUTIH- HITAMNYA TALAGA BODAS"

Jika anda berpikir kalau Garut itu hanya Cipanas, Papandayan, atau Cikuray saja, pengetahuan wisata anda masih rendah, karena masih banyak pesona keindahan Garut yang belum terjamah atau belum eksis di mata para traveler. Ini merupakan salah satu pengalaman yang berkesan dalam perjalanan traveling saya karena perjalanan ini low budget high impact , saya hanya mengeluarkan biaya tidak lebih dari 50 ribu rupiah, dan dengan kepuasan ber-traveling yang luar biasa, ini sangat rekomended.   Berangkat pada pagi hari saat dinginnya embun pagi sedang bersaing dengan

BANDUNG RASA BELITUNG; KEDAI KOPI KONG DJIE BANDUNG

PEMBUKA Sewaktu saya berkesampatan main ke Belitung akhir 2016 lalu, ada dua hal menarik yang saya perhatikan   sepanjang perjalanan menuju satu destinasi ke destinasi lain, yaitu lengangnya jalanan dan ramainya kedai kopi. Hampir setiap bangunan umum disini (khususnya di daerah kota) pasti didiami juga oleh satu kedai kopi. Kedai kopi disini bukan seperti kedai- kedai kopi yang lebih seperti warung kopi pada umumnya, yang varian kopinya hanya mengikuti varian yang dikeluarkan oleh merek- merek kopi “sobek”. Tapi kedai- kedai kopi disini menghidangkan kopi- kopi yang diracik langsung oleh pembuatnya di kedai kopi tersebut. Usut- punya usut (hmm kata- kata yang familiar), masyarakat Belitung dan kopi ternyata sudah memiliki hubungan yang erat dari dulu, ada istilah yang yang mengatakan “tiada hari tanpa ngopi di Belitung” (lambung orang- orang Belitung kuat- kuat semua ya). Namun saya tidak akan berceriat lebih dalam tentang masyarakat Belitung dan Kopi, karena teman- te...